Apakah pernah mendengar teori
tentang relatif? Tentu pernah bukan. Namun, apakah pernah mendengar istilah atau
teori bahwa hidup itu bukan hanya kebetulan?
Seseorang yang hebat pernah mengatakan tidak ada yang kebetulan dalam
hidup ini. Semuanya terjadi karena mempunyai tujuan. Tujuannya dapat baik maupun buruk.
Sesuatu telah
terjadi dengan diriku pada hari Selasa pagi, 9 April 2013. Semangat membara, semangat pagi karena
kebetulan selesai dari olahraga . Keringat masih membasahi bajuku, peluh dan
panas membuat diriku harus cepat mandi.
Selesai mandi, kuhampiri teman setiaku setiap hari, sebuah laptop kuno
. Segera kubuka dan kunyalakan. Secara refleks otakku meminta jemariku untuk akses surel. Wah, ada banyak surel masuk.
Satu persatu kubaca pengirimnya.
Yang pertama menarik perhatianku adalah surel dari seorang penulis
BeWriter, Leyla Imtichanah. Judul tulisannya "Penerbit Mizan Melangitkan
Mimpiku". Membaca tulisannya aku sangat
terinspirasi dengan kehebatan perjuangan menerbitkan bukunya. Aku belum menyadari bahwa tujuan penulisannya adalah
mengikuti Lomba Blog Sayembara#MizanAndMe.
Sore hari ketika tugas-tugasku
sebagai seorang ibu telah selesai. Aku
sedang “browsing” dan “hunting” mencari lomba-lomba penulisan. Tanpa disadari, aku mendapatkan Lomba Blog Mizan. Membaca dan membaca syaratnya. Ingin sekali mengenal siapa sich “MIZAN”. Menengok bloknya www.mizan.com,
segera kepala dan otakku bekerja. Tadi
pagi aku membaca tentang Penerbit Mizan melalui surel. Sekarang kenapa mendapatkan nama Penerbit Mizan. Setelah kukunjungi websitenya, O, perkenalan
pertamaku memang tak salah lagi, penerbit ini
adalah penerbit buku kesayanganku “Surat Dahlan”.
Best seller buku yang sengaja kubeli , dan langsung kubaca dalam
sekejab. Langsung kubuka kembali
buku “Surat Dahlan”, lembar demi lembar pada halaman belakang
kutemukan mizan.com. Sekarang aku lebih mengenal siapa MIZAN.
Perkenalan
yang singkat , berkesan sangat dalam dan langsung mengena dihatiku. Terlebih aku menyukai buku-buku yang
ditawarkannya. Bukan hanya kebetulan ,
tetapi memang jalur hatiku sudah tertambat pada Mizan. Perjalanan hidup dari seorang penulis
lepas pemula yang belum mengenal dunia
penerbitan, sekarang terbuka lebar.
Langkahku makin mantap .
Kupertajam pengetahuanku tentang dunia menulis dengan mengikuti training on-line. Semoga
penulisanku dapat diterima oleh pembaca atau bahkan oleh penerbit. Langkah awal yang sudah baik, harus
kulanjutkan.
Makin
bertambah istimewa ketika perkenalan yang singkat ini ternyata MIZAN telah
menginjakkan umur yang ke 30. Sukses
menyertai semua staff , editor yang
telah bekerja keras selama 30 tahun. Akhir dari suatu perkenalan yang tak pernah
diakhiri dengan perpisahan karena visi
dan misi dan hubungan ini akan berlanjut di kemudian hari. Sekali lagi
“SELAMAT ULANG TAHUN MIZAN KE 30”, buku adalah merupakan cakrawala menuju kesuksesan hidup. Perjuangkan misi dan visi dalam dunia pendidikan, hukum, ekonomi sampai mendunia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar